Kisah Lain Sayembara Drupadi

Dalam Mahabharata, dikisahkan  adanya sayembara memperebutkan Drupadi. Sayembara itu adalah sayembara memanah tepat dititik tengah sasaran yang diletakkan diatas langit-langit. Dan busur yang digunakan adalah sebuah busur yang sangat kuat sehingga tak seorang pun dapat membengkokkannya (P.Lal, 2008: 65).

Pada sayembara itu, para pangeran dan raja dikisahkan tidak ada yang mampu memenuhi sayembara yang dipersyaratkan. Ketika Raja Angga Karna mengambil bagian dalam sayembara tersebut, dengan mudah ia menarik panah dan merentangkan tali busur. Saat itu tiba-tiba Drupadi berseru: “ Aku tidak mau kawin dengan seseorang dari kasta rendah”, (P.Lal, 2008: 66). Dari pernyataan tersebut, Karna kemudian membatalkan keikutsertaannya dan membuang busur yang sudah direntangkannya ke samping. Setelah Karna tidak mengikuti sayembara, Sisupala, Jarasanda, Salya dan Doryudhana tampil ke depan. Sayangnya mereka mereka seperti nasib para raja sebelumnya, gagal mengikuti sayembara, (P.Lal, 2008: 66).

Ketidakikutan Karna Sebagai Kisah Baku

Dalam adaptasinya di serial televisi, kisah penolakan Karna untuk ikut serta dalam sayembara Drupadi menjadi kisah yang baku. Mahabharata yang ditayangkan ANTV dan diproduksi oleh Swastik Productions Pvt. Ltd mengkisahkan Drupadi menolak Karna untuk ikut  sayembara. Mahabharata yang ditayangkan TPI dan diproduksi oleh B.R. Chopra, yang populer sekitar tahun 1991 juga mengkisahkan hal yang sama.

Bila melihat secara lebih jauh tentang undangan sayembara, kisah penolakan Drupadi atas keikutsertaan Karna dapat dikatakan sebagai sebuah anakronisme. Anakronisme itu terjadi karena adanya ketidaksesuaian antara perintah Drupada tentang sayembara dengan penolakkan Drupadi terkait kasta. Dalam perintah Drupada disebutkan sebagai berikut. “Laki-laki yang dapat mementang busur ini mengenai titik tengah sasaran itu akan kawin dengan putriku,” kata Drupada, dan mengumumkan sayembara itu terbuka bagi siapa saja, (P.Lal, 2008: 65).

Di sini jelas sayembara sebenarnya terbuka bagi siapa saja. Seharusnya Drupadi tidak diperkenankan untuk menolak orang ikut sayembara. Karena itu dalam versi lain, disebutkan jika Drupadi tidak melakukan penolakan keikutsertaan Karna.

Karna Gagal

Dalam buku Mahabharata Sebuah Roman Epik Pencerahan Jiwa karya C. Rajagopalachari, Karna dikisahkan tidak dilarang tampil mengikuti sayembara memanah oleh Drupadi. Karna dikisahkan gagal mengikuti sayembara. “Ketika Karna maju ke tengah arena, para penonton sudah mengira dialah yang akan memenangkan sayembara.Tapi anak panahnya meleset seujung rambut. Selain itu begitu nak panah dilepaskan, busurnya terpelanting lepas dari genggaman,” (C. Rajagopalachari, 2008: 91). Kegagalan Karna juga dialami oleh Salya, (C. Rajagopalachari, 2008: 92).

Sangat menarik kisah kegagalan Karna dalam mengikuti sayembara tersebut, ternyata terdapat juga dalam Adiparwa Jawa Kuno. Dalam Adiparwa Jawa Kuno, keikutsertaan Karna dikisahkan secara sekilas sebagai berikut.

Ri kapana ng brāhmana wĕnangāngayata laras samangkana gōngnya! Prasiddha sang Karņa mwang sang Śalya uttama ning dhanurdhara, tathāpiya tar wĕnang umayat ikang laras.

Ada yang mengejek: Mana boleh brahmana dapat membentang busur sebesar itu? Sang Karna dan sang Salya saja, orang yang utama dalam ilmu panah, tetapi tidak dapat membentangnya, (Siman Widyatmanta, 1958 : 80).

Dari keterangan tersebut jelas disebutkan jika Karna mengikuti sayembara, namun gagal. Arjuna dilukiskan kemudian berhasil memenangkan sayembara. Dengan demikian seharusnya anakronisme kisah penolakan Drupadi atas keikutsertaan Karna, perlu dipertimbangkan kembali saat diadaptasi di serial televisi ke depannya.*

Sumber:

  1. Rajagopalachari, Mahabharata Sebuah Roman Epik Pencerahan Jiwa, IRCiSoD, Jogjakarta, 2008.
  2. Lal, Mahabarata, Jakarta, PT Dunia Pustaka Jaya, Cetakan ketiga, 2008.
  3. Siman Widyatmanta, Adiparwa 1 dan 2, Jogjakarta, Djawatan kebudajaan Kementerian PP dan K, 1958.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*