• Home
  • My Profile
  • Artikel
  • Kajian
  • Tanggapan
  • Keindonesiaan
  • Buku Baru
  • Contact Me
Nusantara Review
  • Home
  • My Profile
  • Artikel
  • Kajian
  • Tanggapan
  • Keindonesiaan
  • Buku Baru
  • Contact Me

Tulisan

108 posts
  • Kajian

Catatan Kecil Dibalik Diorama Perlawanan Pangeran Diponegoro di Keraton Surakarta

  • byIrawan Djoko Nugroho
  • Posted on September 28, 2025September 28, 2025
  • No comments
Perjuangan Diponegoro diabadikan di Keraton Solo. Perjuangan tersebut, diabadikan dalam salah satu diorama di Keraton Surakarta. Sebuah diorama yang unik, karena Keraton Surakarta pada masa lalu terlibat mendua terhadap Diponegoro…
View Post
  • Kajian

Kapal Dalam Penggambaran Relief Dan Manuskrip

  • byIrawan Djoko Nugroho
  • Posted on June 15, 2025June 17, 2025
  • No comments
Ghali atau galleon telah dikeluarkan dalam pembahasan dan dianggap sebagai puncak kreatifitas bangsa Eropa, dalam membangun sarana angkut laut. Sekalipun hal ini tentu sangat keliru. Sebagai akibatnya, ruang kreatifitas dalam menginterpretasi dan kemudian mengelaborasi kapal Jawa masa lalu menjadi seperti terhenti.
Rembulan menyerupai sebuah kapal yang datang malam hari, membawa seekor kelinci (sebagai muatannya) ke pulau Jawa. (1) Sebuah metafora dari Sumanasāntaka ini, merupakan salah satu dari banyak penggambaran mengenai sebuah…
View Post
  • Kajian

Humah Sphaṭika Di Majapahit Berdasar Tinjauan Teks dan Relief

  • byIrawan Djoko Nugroho
  • Posted on June 8, 2025June 8, 2025
  • No comments
Pupuh XXVI bait 29 (hal: 721): Sang Rāma rāmya madulur tumamèng umah mās, sampat samodaya lawan dayitè su-Sītā, r-unggah ta ring grěha tilām umaḍang sugandha, pañjut ḍuḍuk jamaṇikojwala biddhanāga.
Bangunan yang didirikan pada era Majapahit tidak hanya berbahan emas, perak, batu bata, batu kali, dan kayu semata. Namun terdapat juga bangunan dari bahan lain, yaitu sphaṭika. Sphaṭika merupakan bahasa…
View Post
  • Kajian

Waju Rante dalam Kidung Ranggalawe, Hikayat Banjar dan Boxer Codex Sebuah Perbandingan

  • byIrawan Djoko Nugroho
  • Posted on June 6, 2025June 6, 2025
  • No comments
Tidak ada catatan lain terkait jenis senjata secara eksplisit yang dikenakan bagi mereka yang mengenakan baju rantai pada pasukan masa lalu. Berdasar informasi Kidung Ranggalawe 7.31 pula, senjata yang mereka gunakan dimungkinkan adalah gāņḑīwa ‘busur’, bĕdil ‘senapan’, tameng ‘perisai’, towok ’tombak’, dan kantar ‘sejenis tombak?‘. Sekalipun demikian, informasi tersebut kiranya dapat menjadi informasi awal jika pasukan Majapahit di garis depan pada masa lalu, mengenakan baju rantai sebagai baju pelindung.
Selain kawaca (baju baja) dan karambalangan (lapis logam di depan dada) para prajurit Jawa pada masa lalu juga mengenakan baju zirah lain. Baju zirah tersebut disebut dengan waju rante. Kawaca…
View Post
  • Tanggapan

Nasionalisme Indonesia Akan Dihancurkan Kementerian Kebudayaan?

  • byIrawan Djoko Nugroho
  • Posted on May 21, 2025May 21, 2025
  • No comments
Kata ‘merdeka’ ini sebenarnya merupakan sebuah majas eufemisme, yaitu gaya bahasa yang digunakan untuk menyampaikan sesuatu dengan lebih halus dan sopan, terutama saat membahas topik sensitif atau kurang enak didengar. Makna ‘merdeka’ yang dimaksud sesungguhnya adalah yang tidak ‘dianggap’ Belanda. Tidak memiliki ‘nilai ekonomi’ untuk dihisap dan diingkel-ingkel sebagaimana menggunakan istilah Soekarno, oleh Belanda. Khususnya, rempah dan hasil pertanian lain sebagai komoditas utama dunia kala itu di abad 15-19.
Pemerintah saat ini tengah menggarap proyek penulisan ulang sejarah Indonesia yang ditargetkan rampung pada HUT ke-80 RI pada 17 Agustus 2025. Salah satu topik yang diangkat ialah rencana perubahan sejarah…
View Post
  • Tanggapan

Benarkah Majapahit Belum Mengenal Timur Tengah?

  • byIrawan Djoko Nugroho
  • Posted on October 20, 2024October 20, 2024
  • No comments
Demikian pula informasi Ibn Khordazbeh (844), Ibn-A-Fakih (902), Sulayman (851), Abu Zayd Hasan (916) misalnya, yang mengisahkan tentang Zabag (Jawa). Keberadaan mereka menunjukkan Majapahit yang disebut juga sebagai Yawapuri atau Kerajaan Jawa sudah mengenal Timur Tengah. Jadi tidak benar, Majapahit tidak mengenal Timur Tengah.
Dalam Sarasehan Kejayaan Majapahit – Sebuah Mitos atau Fakta yang diselenggarakan Pusaka Indonesia dan berlangsung di Auditorium Jusuf Ronodipuro RRI Jakarta, (19/10/2024), ada dua informasi penting tentang Majapahit. Informasi tersebut…
View Post
  • Keindonesiaan

Sistem Multipartai Indonesia Era Reformasi, Bawa Negara Tanpa Visi Kebangsaan

  • byIrawan Djoko Nugroho
  • Posted on October 19, 2024October 19, 2024
  • No comments
Hal ini karena sistem Multipartai Era Reformasi berjalan tanpa visi kebangsaan yang mengedepankan konstitusi dan Pancasila, dan bahkan terjerembab ke dalam Demokrasi Tanpa Etika. Dimana tidak ada korelasi terhadap kepentingan konstitusi, Pancasila, dan rakyat (publik) dalam semua kebijakan yang dilahirkan. Demikian pula penanganan kasus hukum yang dilakukan, juga tidak untuk penegakan hukum namun untuk kepentingan pelanggengan kekuasaan semata.
Indonesia dicatat menerapkan dua kali sistem multipartai. Sistem multipartai adalah sistem kepartaian di suatu negara yang melibatkan banyak partai untuk bersaing guna medapatkan kekuasaan pemerintahan. Sistem ini lahir dari aspek…
View Post
  • Kajian

Tahun Śaka Dalam Catatan Filologis

  • byIrawan Djoko Nugroho
  • Posted on March 24, 2024March 24, 2024
  • No comments
Penulisan penanggalan dalam tradisi filologis dalam hal ini kakawin sebagai contohnya, tampak lebih sederhana. Hanya berisi informasi tahun (1287 S), bulan (Aswayuj) dan tanggal (bulan purnama = tanggal 15).
Kalender Śaka ternyata ada dua. Menurut TS Narayana Sastri, zaman Śaka lama yang dimulai pada tahun 550 SM dan tahun Śaka yang muncul kemudian pada tahun 78 M. Menurut Vedveer…
View Post
  • Kajian

Celurit Dalam Tinjauan Sumber Arkeologis dan Filologis

  • byIrawan Djoko Nugroho
  • Posted on March 2, 2024March 2, 2024
  • No comments
Dengan diketahuinya celurit yang tidak lain adalah krětāla atau senjata asli dalam sejarah Jawa Kuna menurut kajian arkeologis dan filologis, maka Sakera atau Sadiman atau Sagiman sebagai sosok yang melakukan perlawanan terhadap kebijakan Belanda dengan celurit sebagai senjata, dapat dikatakan merupakan sosok yang mempopulerkan kembali celurit sebagai sebuah senjata pembunuh. Senjata yang awalnya memang digunakan untuk membunuh.
Menurut KBBI, celurit berarti sabit yang bentuknya melengkung setengah lingkaran. Sementara itu sabit berarti: 1. Alat untuk memotong rumput, padi, dan sebagainya, berupa pisau bergagang, bentuknya melengkung; arit. 2. Bentuk…
View Post
  • Artikel

Yumi, Busur Panjang dan Asimetri Dalam Tradisi Jawa Kuna

  • byIrawan Djoko Nugroho
  • Posted on February 4, 2024February 4, 2024
  • No comments
Dalam relief Borobudur tersebut, tampak jelas sang pemanah menggunakan panahnya secara asimetri. Di mana sang pemanah memegang busurnya pada posisi dua pertiga dari ujung atas busur
Yumi adalah istilah busur dalam bahasa Jepang. Yumi demikian terkenal karena dinilai elegan dan panjang, dengan perbedaan yang mudah dikenali dibandingkan dengan yang digunakan di Barat. Pada ketinggian rata-rata 2…
View Post

Posts navigation

1 2 3 … 11 Next

Input your search keywords and press Enter.