Kisah Terjajah Membenci Penjajahnya dan kisah Terjajah Mencintai Penjajahnya merupakan dua buah pendekatan yang merupakan pilihan pemerintah sebuah bangsa. Sebagaimana Cina Daratan dan Taiwan.

Cina Daratan dicatat melakukan pendekatanTerjajah Membenci Penjajahnya. Karenanya hingga saat ini, Cina Daratan terus mengingatkan kembali kejahatan agresifitas Jepang dan menumbuhkan heroisme Cina dengan film-film seperti IP Man, Wong Fei Hung dan lain sebagainya, agar rakyat dapat terus tersadar akan ancaman yang ada dan mampu bersaing dengan Jepang.

Taiwan Menjadikan Jepang Sebagai Role Model

Sementara itu Taiwan memilih melakukan pendekatan Terjajah Mencintai Penjajahnya, seperti pendekatan yang dilakukan oleh Malaysia. Karena itu, Jepang oleh Taiwan dijadikan role model untuk melakukan perubahan.

Uniknya, kedua negara yang sama-sama mayoritas suku Han itu, berhasil dalam mewujudkan pendekatannya. Taiwan dan Cina sama-sama menjadi sebuah negara yang lepas dari perangkap negara dunia ketiga. Sekalipun tentu saja harus diakui jika pendekatan pertama dan kedua, ada kelebihan dan kekurangannya.

Namun demikian, semua itu menunjukkan jika kedua pendekatan tersebut, bila dilakukan secara murni dan konsekwen pada dasarnya dapat membuat sebuah negara bisa berubah. Tentu saja semua tergantung kepada keseriusan pemerintahnya untuk menjadikan bangsanya berubah.

Tidak Mengedepankan Kroni

Keseriusan pemerintah ini yang sayangnya tidak dimiliki oleh Indonesia. Semenjak Orde Baru, Indonesia memilih menjadi bangsa yang tidak serius membangun bangsanya dan lebih banyak membangun untuk para kroni. Bahkan hingga saat ini.

Karenanya semua pendekatan yang ada tidak pernah bisa berlaku di Indonesia. Pendekatan kepemimpinan yang peduli kepada rakyat dan bukan kroni seharusnya menjadi pendekatan yang wajib diutamakan. Pendekatan yang tentu saja mengedepankan hukum. Jika di Cina koruptor diterapkan hukuman mati sehingga kroni diminimalisir, sementara di Taiwan presiden bersalah dituntut dimuka hukum dan dipenjara. Semua itu menjadi hal mewah di Indonesia.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*